Tentang Kalender Kita

Kalender Kita adalah situs kalender Indonesia yang menyajikan tiga kalender sekaligus dalam satu tampilan: Masehi, Jawa (weton, pasaran, wuku), dan Hijriah, lengkap dengan hari libur nasional dan tanggal merah. Situs ini kami rintis pada tahun 2024 dengan satu tujuan: memberikan informasi kalender yang akurat, transparan, dan gratis untuk masyarakat Indonesia.

Kami adalah tim kecil pengembang yang menyukai astronomi, matematika perhitungan kalender, dan kekayaan budaya Indonesia. Alih-alih menyalin data dari tempat lain, seluruh tanggal pada situs ini dihitung langsung oleh algoritma astronomis yang kami tulis sendiri — sehingga setiap angka dapat kami jelaskan dari mana asalnya.

Visi dan Misi

Visi kami: Menjadi sumber informasi kalender terpercaya dan terdepan di Indonesia yang membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Misi kami:

Metodologi Perhitungan Kalender

Transparansi adalah fondasi kepercayaan. Berikut adalah metode ilmiah yang kami gunakan untuk setiap jenis penanggalan:

Tanggal Islam (Hijriah) — Bulan Baru Astronomis

Tanggal hari raya Islam (Idul Fitri, Idul Adha, Maulid, Isra Mi'raj, Tahun Baru Hijriyah) kami hitung dari waktu konjungsi geosentris (bulan baru) menggunakan algoritma Jean Meeus dalam buku Astronomical Algorithms (Bab 49), dengan kaidah Wujudul Hilal sebagai pendekatan: bulan baru dimulai 1 hari setelah konjungsi. Sebagai pembanding kami gunakan kalender Umm al-Qura.

Hari Libur Berbasis Paskah — Computus Meeus/Jones/Butcher

Wafat Isa Al-Masih (Jumat Agung) dan Kenaikan Isa Al-Masih dihitung dari tanggal Paskah menggunakan algoritma computus Meeus/Jones/Butcher — metode standar yang akurat untuk seluruh rentang tahun Gregorian.

Tahun Baru Imlek & Nyepi — Konjungsi Bulan

Imlek ditentukan dari bulan baru pertama pada atau setelah 21 Januari (waktu Beijing). Hari Raya Nyepi dihitung dari bulan baru terdekat dengan titik ekuinoks (kalender Saka), dengan penyesuaian berdasarkan waktu konjungsi.

Kalender Jawa — Weton, Pasaran, Wuku, Neptu

Penanggalan Jawa kami hitung dari siklus 7 hari (dina) + 5 pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) menghasilkan weton dan neptu, serta siklus pawukon 210 hari untuk 30 wuku, dan penamaan tahun windu sesuai tradisi Primbon Jawa.

Sumber & Rujukan

Kami tidak mengklaim afiliasi dengan lembaga pemerintah mana pun. Sebaliknya, kami mengikuti sumber-sumber berikut:

Catatan akurasi: untuk tanggal-tanggal yang belum ditetapkan pemerintah (umumnya 1–2 tahun ke depan), hasil perhitungan kami bersifat estimasi astronomis dan bisa berbeda maksimal 1 hari dari penetapan resmi sidang isbat.

Kenapa Mempercayai Kalender Kita?

Metode Terbuka

Seluruh tanggal dihitung dengan algoritma astronomis yang kami dokumentasikan di halaman ini — dapat diperiksa dan diuji ulang siapa pun

Konsisten & Teruji

Perhitungan mencakup tahun 1937 hingga 50 tahun ke depan, dan hasilnya konsisten dengan data kalender historis

Mengikuti Keputusan Resmi

Untuk tanggal yang telah ditetapkan pemerintah (SKB 3 Menteri), kami menyesuaikan dengan pengumuman resmi

Mudah Diupload dan Dibagikan

Kalender kami menyediakan fitur unduh kalender bulan ini dalam bentuk gambar, memudahkan pengguna untuk berbagi dan menyimpan.

Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau ingin berkolaborasi dengan kami, jangan ragu untuk menghubungi: